Jumat, 12 Januari 2018

Jurnal Smart System

Jurnal 1 : Pembuatan Aplikasi Presensi Perkuliahan Berbasis Fingerprint (Studi Kasus : Jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)
RESUME
Era globalisasi seperti saat ini menuntut kita semua untuk berproses lebih cepat, begitu pula dengan absensi kelas.
Absensi kelas yang masih menggunakan tanda tangan secara konvensional dinilai kurang efektif untuk menunjang pembelajaran di institusi selevel Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mahasiswa kerap mengelabuhi presensi dengan cara menitipkan tanda tangan kepada teman satu kelasnya, presensi yang ada di absen konvesional tersebut kerap tidak valid.
Fasilitas recording dan Tracking presensi mahasiswa ini akan diwadahi dalam sebuah web-based application. Dimana admin dari aplikasi ini adalah Tata Usaha (TU) JSI. Admin akan secara berkali (sehari sekali) mengupdate database presensi dari database internal ke dalam website JSI. Sehingga presensi tiap kelas dapat dilihat online.
Dengan menggunakan aplikasi presensi fingerprint tersebut akan sangat membantu sistem absensi kelas di JSI untuk realtime, meningkatkan validitas dan meminimalisir kecurangan – kecurangan yang kerap terjadi, dan dapat diamati secara online.
 Absensi Fingerprints
Absensi berbasis fingerprints merupakan suatu metode yang sangat efektif untuk memonitoring tingkat kehadiran di tempat kuliah. Dengan menggunakan absensi berbasis fingerprints seorang mahasiswa tidak bisa menitip absensi lagi kepada teman sekelasnya, sangat efektif untuk mengurangi kecurangan absensi yang sering terjadi di tempat kuliah.

Device yang digunakan untuk fingerprints scanning adalah VF-30.Sebuah mesin fingerprints scanner dengan spesifikasi sebagai berikut:
·        BioNano inti aloritma platrform dengan kinerja dan kehandalan tinggi

·        Versi algoritma 2010 terbaru dengan kinerja baik pada sidik jari basah dan kering, indentikasi dari sudut yang berbeda
·        Keypad backlight putih dengan 10 tombol angka dan 7 tombol fungsi
·        Standart fingerprint reader, RFID/Mifare/HID card reader
·        Mini USB, RS485, dan TCP/IP untuk koneksi jaringan
·        Metode Identifikasi: Sidik jari, Kartu, Password
·        VF30: standar 1.000 sidik jari dan 32000 records Dengan spesifikasi yang telah disebutkan di atas maka
device tersebut akan mampu beroperasi di JSI ITS dengan maksimal.

Web-Based Application
Web-Based Application adalah aplikasi yang diakses oleh pengguna melalui jaringan seperti internet atau intranet. Istilah ini juga dapat berarti aplikasi perangkat lunak komputer yang dikodekan dalam bahasa pemrograman yang mendukung seperti JavaScript, dikombinasikan dengan bahasa browser seperti HTML dan bergantung pada web browser umum untuk membuat aplikasi dapat dieksekusi.

CodeIgniter adalah sebuah web application framework yang bersifat open source dan digunakan untuk membangun aplikasi PHP dinamis. Tujuan utama pengembangan framework tersebut adalah membantu developer dalam mengerjakan aplikasi secara lebih cepat dibandingkan menuliskan semua kode program dari awal. CodeIgniter menggunakan lingkungan pengembangan dengan metode Model View Controller (MVC) yang membedakan antara logika dan tampilan. Model merepresantiskan struktur data dari aplikasi yang bisa berupa basis data maupun data lain, misalnya dalam bentuk file teks atau file xml.

1. View
Merupakan informasi yang ditampilkan kepada pengguna. Didalam View tidak berisi logika-logika kode dan pemrosesan data akan tetapi hanyaberisi variabel-variabel data yang siap ditampilkan.

2. Controller
Controller merupakan penghubung antara Model dan View. DidalamController ini terdapat class dan fungsi-fungsi yang memprosespermintaan dari View kedalam struktur data didalam Model.

ANALISA DAN DESAIN SISTEM A. Rancang Umum Sistem
MONIKUL mengelolah semua data absensi JSI, dimana semua civitas yang tergabung di dalamnya dapat melihat dan merekap absensinya. Civitas yang dimaksud adalah user yang tidak lain adalah Dosen, Mahasiswa, dan Admin. User tersebut memiliki previlage berbeda tergantung jabatan user tersebut.

B.  Proses Penghitungan
Proses penghitungan absensi dilakukan berdasarkan matakuliah, kelas matakuliah, dan jadwal kuliah Setiap user yang melakukan absensi fingerprint pada kelas – kelas akan terekam, namun dengan pengecualian-pengecualian yang dilakukan maka hanya user dengan matakuliah, kelas matakuliah, ruangan, jadwal, dan dosen yang tepat yang akan disimpan sebagai hadir. Diluar itu tidak akan ditampilkan karena salah kelas, matakuliah, jadwal, atau dosen. User yang ketidakhadirannya lebih dari yang telah sistem tentukan akan keluar pada halaman kehadiran kurang.

C.  Usecase
Usecase diagram pada aplikasi ini memiliki fungsi untuk menjelaskan interaksi antar aktor dan sistem untuk mencapai tujuan, aktor yang dimaksud dapat berupa user atau sistem.

Package Usecase Admin
Admin adalah user yang mengelolah aplikasi ini, dalam hal ini orang tersebut adalah bagian TU JSI pengelolah absensi. User ini memiliki prioritas tertinggi sehingga user ini juga memiliki hak akses untuk semua fitur pada aplikasi ini. Hak akses tersebut antara lain:
·        Melihat rekap absensi semua matakuliah
·        Mengubah profil user Dosen dan Mahasiswa
·        Mengubah jadwal dosen dan mahasiswa
·        Mengubah kelas dosen dan mahasiswa
·        Mengubah matakuliah yang diampu/diambil dosen dan mahasiswa

Isi dari package usecase tersebut adalah usecase untuk admin.

Package Usecase Dosen
Dosen adalah middle user dalam aplikasi ini yang hanya memiliki akses untuk privilege dosen, antara lain:
·        Melihat rekap absesnsi untuk matakuliah yang sedang diampu
·        Mengubah profil dosen
·        Mengubah matakuliah yang sedang diampu dosen tersebut
·        Mengubah jadwal untuk matakuliah yang sedang diampu dosen tersebut
·        Mengubah kelas untuk matakuliah yang sedang diampu dosen tersebut
Selain itu dosen juga memiliki hak untuk meminta admin melakukan hal – hal di atas bila dosen yang bersangkutan tidak bisa melakukan hal tersebut.

Package Usecase Mahasiswa
Mahasiswa adalah middle user dalam aplikasi ini, sama seperti dosen, mahasiswa juga memiliki limited privilege, antara lain:
·        Mengubah profil mahasiswa
·        Mengambil/drop matakuliah yang sedang diambil
·        Melihat rekap absensi untuk matakuliah yang sedang diambil

Selain itu mahasiswa juga dapat meminta admin untuk melakukan hal – hal di atas apabila mahasiswa yang bersangkutan berhalang melakukannya.

D.  Robustness Diagram
Robustness diagram adalah penjabaran dari usecase, yang bertujuan untuk mendetailkan proses dari tiap usecase. Robustness diagram akan dibuat berdasarkan usecase yang ada.
E.  Sequence Diagram
Sequence diagram adalah step by step dari sistem terhadap sebuah usecase. Dapat disebut sebagai penjabaran sistem dari usecase. Sequence diagram akan menjelaskan tentang proses yang terjadi dalam sistem. Pembuatan sequence diagram dijabarkan berdasarkan usecase yang ada.
F.  Class Diagram
Pada bagian ini akan dijelaskan tentang atribut beserta fungsi dan method yang digunakan dalam mengembangkan sistem.

IMPLENTASI DAN UJI COBA
A. Implementasi
Pada tahapan implementasi dan uji coba ini, dibutuhkan beberapa komponen pendukung seperti perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras berperan dalam menciptakan lingkungan operasi dari sistem yang dibangun. Perangkat lunak berperan dalam menyusun aplikasi tersebut
B.  Uji Coba
Setelah melakukan uji coba fungsional didapatkan rincian apakah fitur-fitur aplikasi telah berjalan dengan baik.

  
Jurnal 2 : Identifikasi Iris Opsi Identifikasi Biometrik
RESUME
Identifikasi iris dianggap merupakan salah satu metode identifikasi biometrik yang ideal dan lebih stabil karena iris adalah organ internal yang terproteksi oleh kornea. Beberapa kekurangan metode ini ialah pada pengguna kacamata, lensa kontak, atau cadar,serta peminum alkohol.
A.   STRUKTUR HISTOLOGIK IRIS
Iris berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke bagian posterior bola mata melalui pupil. Pada rangsangan cahaya terang, serat saraf parasimpatis merangsang otot polos sirkular  (mconstrictor pupillae) untuk berkontraksi dan menyempitkan ukuran pupil (konstriksi). Pada cahaya redup, serat saraf simpatis merangsang otot polos radial (m. dilatator pupillae) untuk berkontraksi dan memperbesar ukuran pupil (dilatasi). Respons-respons ini bersifat refleks viseral.
B.    IDENTIFIKASI BIOMETRIK
Identifikasi biometrik adalah metode pengukuran objektif atas karakteristik fisik tertentu dari seseorang. Data biometrik dari sekelompok orang bila disimpan dalam sebuah bank data, dapat digunakan untuk verifikasi identitas orang dalam kelompok tersebut. Metode identifikasi biometrik yang telah banyak digunakan yaitu sidik jari, pengenalan wajah dan identifikasi iris. Negara tertentu seperti Amerika serikat, RRC, India, dan Indonesia, telah menerapkan penggunaan identifikasi biometrik dalam pembuatan identitas resmi warga negara maupun wisatawan yang akan masuk ke negaranya.
Mekanisme penggunaan sistem biometrik dapat digambarkan dengan beberapa fase, yaitu :
Fase Pertama yaitu fase pemasukan data (enrollment). Pada fase ini masukan akan di pindai oleh sensor biometrik, yang mengambil data digital karakteristik anggota tubuh seseorang.
Fase selanjutnya adalah fase pencocokan; dalam fase ini sekelompok data pembanding yang telah dimasukkan sebelumnya akan dicocokkan dengan identifikasi data yang dimasukkan pada fase pertama.
Pada pencatatan data digital dimungkinkan adanya reduksi, sehingga dihasilkan data digital yang bebas dari data yang menyebabkan kesalahan identifikasi. Hasil ini akan diproses dengan ekstraktor ciri untuk menghasilkan suatu representasi individual yang ekspresif dalam bentuk template, yang dapat disimpan dalam database di sistem biometrik atau dapat direkam pada berbagai media seperti kartu magnetik, chip, atau media penyimpan lain sesuai maksud penggunaannya. Pada fase pengenalan, bagian tubuh individu dibaca oleh pembaca biometrik dan dikonversi dalam bentuk digital, untuk diproses sebagai template. Selanjutnya, template ini dicocokkan dengan identifikasi individu yang disim-pan dalam database, kartu magnetik, chip, atau media penyimpan lain.
C.   IDENTIFIKASI IRIS
Identifikasi iris (iris recognition) adalah metode identifikasi biometrik yang menggunakan pengenalan pola matematis data video dari iris mata seseorang.
Identifikasi iris dimulai dengan melokalisasi batas luar dan dalam dari iris (pupil and limbus) pada data gambar sebuah mata. Selanjutnya, program algoritma mendeteksi dan melakukan eksklusi kelopak mata, bulu mata, dan refleksi spektrum cahaya. Data gambar mata yang sekarang hanya berisi data gambar iris dinormalisasi untuk mengompensasi dilatasi atau konstriksi pupil, kemudian dianalisis dengan mengambil data berupa informasi pola iris untuk dapat dibandigkan dengan pola pembanding. Pada algoritma Daugman, sebagian besar informasi amplitudo dihilangkan; hal ini dimaksudkan agar pola iris tidak dipengaruhi oleh perubahan pada pencahayaan atau kontras kamera.
Identifikasi atau verifikasi identitas seseorang dilakukan dengan mencocokkan pola iris yang diperoleh dengan data pola iris yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam database. Data yang diperoleh dianalisis dengan komputer menggunakan metode bayesian untuk meningkatkan akurasinya.

1        Kelebihan identifikasi iris
Metode identifikasi iris dianggap merupakan salah satu metode identifikasi biometrik yang ideal karena iris adalah organ internal yang terproteksi oleh kornea. Berbeda dengan sidik jari yang akan sulit dicocokkan bila kulit jari mengalami kerusakan, iris umumnya stabil dan datar. Konfigurasi geometrik iris dikontrol oleh otot sfingter pupil dan dilator pupil. Sedikitnya otot yang mampu menimbulkan perubahan menyebabkan iris lebih stabil dibanding metode identifikasi biometrik lain seperti metode pengenalan wajah.
Metode identifikasi iris mengambil data gambar iris dari jarak 10 cm hingga beberapa meter, tergantung ketelitian alat pengambil gambar. Cara ini mengurangi kontak dan penularan penyakit akibat penggunaan alat, atau terjadinya penolakan pada budaya tertentu akibat terjadinya kontak langsung atau jarak individu yang diperiksa amat dekat dengan pemeriksa. Walau beberapa prosedur operasi dapat merubah warna dan bentuk keseluruhan iris, namun pola halus pada iris tetap stabil hingga beberapa dekade.

2        Kekurangan identifikasi iris
Kebanyakan teknologi biometrik mengalami kesulitan membedakan apakah data biometrik yang diperolehnya berasal dari jaringan hidup. Identifikasi biometrik baru dianggap terpercaya bila dapat dibuktikan bahwa data yang diperoleh merupakan data yang berasal dari bagian tubuh yang hidup, dan bukan dari cetakan atau gambar yang sengaja dibuat. 
Pada identifikasi iris kekurangan di atas dapat diatasi dengan melakukan analisis spektrum warna untuk membedakan apakah data berasal dari jaringan iris atau bahan lain. Beberapa alat dibuat dengan menggunakan penyaring berupa pergerakan bola mata untuk menghindarkan digunakannya gambar mata untuk menggantikan mata orang yang akan diidentifikasi.
Identifikasi iris dapat mengalami kesalahan atau menurun ketepatannya, khususnya pada keadaan sebagai berikut, yaitu: penggunaan kacamata yang memantulkan cahaya atau menghalangi pengambilan gambar bola mata; lensa kontak untuk kepentingan kosmetik atau yang berpola; dan penggunaan cadar atau penutup wajah yang menutupi daerah mata. Oleh karena itu, sebelum identifikasi iris penggunaan hal tersebut di atas harus dipastikan untuk dilepas sementara waktu.                                                



Jurnal 3 : Sistem Pengenalan Wajah (Face Recognation) Menggunakan Metode Hidden Markov Model (HMM)
RESUME
Aplikasi pengenalan wajah pada citra digital dengan metode Hidden Markov Models dengan menggunakan database Pain Ekspression Subset sebagai input data untuk diolah oleh program face recognition, dikarenakan mampu memodelkan data 2 dimensi seperti citra dengan biak, serta mendapatkan hasil yang lebih teliti.
Hidden Markov model merupakan pemodelan probabilitas suatu sistem dengan mencari parameter-parametermarkov yang tidak diketahui untuk memperoleh analisis sistem tersebut. Metode Hidden Markov Model (HMM) mampu menangani perubahan statistik dari gambar, dengan memodelkan eleman- eleman menggunakan probabilitas. Salah satu aplikasinya adalah pada image processing, HMM memiliki tiga parameter utama yang harus dicari nilainya terlebih dahulu.
Wajah diproses dengan cara scan secara vertical dari atas ke bawah. Prinsip kerja sistem secara keseluruhan adalah pengenalan beberapagambar wajah yang unik dengan berbagai
Ekspresi yang berfungsi sebagai input dengan gambar wajah yang di simpan dalam database dengan metode training Hidden Markov Model (HMM).
Sistem pengenalan wajah (face recognition) membandingkan percobaan
Pengenalan sesuai dengan codebook (32, 64,128, 256) dan iterasi (5, 10) dan di dapat hasil sebagai berikut :



Dengan perbandingan akurasi metode lain




Kesimpulan
Ø Perbandingan
          Dari ketiga jurnal diatas dapat diketahui bahwa ketiga jurnal memiliki pembahasan yang memiliki kesamaan dalam cara, kegunaan dll, yaitu mengidentifikasi identitas seseorang menggunakan Biometrik (sidik jari, mata(iris scanner), wajah) seseorang. Karena setiap orang pasti memiliki perbedaan pada biometriknya maka dari itu biometrik ini dapat juga di gunakan dalam mengidentifikasi identitas, pengamanan data, dll. Pembacaan biometrik ini sangat presisi maka dari itu sangat sulit untuk di tembus keamaannya dan cara menggunakan nya juga cepat.
          Disini saya menekankan pada penggunaan pengamanan data, dimana sekarang dapat mudah ditemukan yaitu contoh nya smartphone jaman sekarang yang sudah menggunakan ‘fingerprint(scan sidik jari)’,’iris scanner(scan mata)’,bahkan ‘face recognation’(scan wajah). Dalam ketiga metode pengamanan data, semua metode memiliki pertahanan dalam pembobolan data yang sulit di bobol oleh hacker karena penduplikasian sangat sulit dilalukan. Karena itu pengamanan menggunakan biometrik ini sangat populer karena ketahanannya dalam pembobolan data.
          Jaman sekarang metode ini juga digunakan untuk absensi dalam sebuah kantor, kampus atau sekolah karena kepresisisan dan kecepatan dalam mengidentifikasi identitas seseorang. Sehingga kita tidak perlu lagi menandatangan di kertas yang sangat membuang waktu dan tenaga.
          Dari ketiga metode pembaca biometrik diatas menurut kami metode yang paling baik adalah Fingerprint karena :
-         Alatnya paling murah.
-         Pengelolaan data lebih mudah.
-         Cepat kemampuan membaca datanya .
-         Sudah banyak orang yang familiar dengan fingerprint.
Namun tentunya memiliki kelemahan yaitu :
-         Mudah diduplikasi.
-         Tidak bisa diubah data sidik jari anda jika sudah diretas maka hacker dapat menggunakannya kapan saja.
-         Sensor tidak mengeli jika jadi anda basah, luka.

Ø Metode yang paling banyak digunakan
     Dari ketiga metode pembaca biometri yang paling banyak digunakan tentu saja Fingerprint, alasannya sama seperti yang kami bahas di perbandingan yaitu :
-         Alatnya paling murah.
-         Pengelolaan data lebih mudah.
-         Cepat kemampuan membaca datanya .
-         Sudah banyak orang yang familiar dengan fingerprint.


Daftar pustaka

Muhammad, Noval Aditya. dkk. 2013. Pembuatan Aplikasi Presensi Perkuliahan Berbasis Fingerprint (Studi Kasus : Jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya). Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Kristianto, Erwin G. dkk. Identifikasi Iris Opsi Identifikasi Biometri. Menado: Universitas Sam Ratulangi.
Sudiana, Dodi. dkk. Sistem Pengenalan Wajah (Face Recognation) Menggunakan Metode Hidden Markov Mode (HMM). Depok: Universitas Indonesia.



Kamis, 23 November 2017

Lampu Pintar untuk Penerangan Jalan Ibu Kota


Video diatas adalah salah satu contoh dari sekian banyak penggunaan Smart System dalam kehidupan saat ini, yaitu JSC (Jakarta Smart City) Smart System PJU, dimana system ini adalah untuk mengontrol seluruh lampu jalan pintar yang ada di Jakarta melalui suatu satu server dan dapat dikontrol dan dimonitor melalui aplikasi smartphone. Dari mulai menyalahkan lampu ketika hari mulai gelap, mematikan nya ketika matahari sudah mulai terang hingga mengatur tingkat kecerahan lampunya. Tidak hanya sampai disitu, lampu ini bahkan dibekali kemampuan mandiri untuk menyalah dan mematikan dirinya sendiri.

Lampu jalan ini berbasiskan lampu LED. LED smart system dipilih sebagai pengganti lampu-lampu penerangan jalan yang lama karena selain memiliki penerangan lebih baik, biaya operasionalnya juga murah. Jenis lampu ini lebih hemat energi dan diklaim tahan selama 50 ribu jam atau 12 tahun. Selain kelebihan-kelebihan tersebut, LED ini dilengkapi sistem communication gateway yang terkoneksi dengan aplikasi smartphone untuk memonitor kondisi lampu secara real time. Lampu yang bermasalah dapat segera terdeteksi, sehingga mempercepat penanganan oleh petugas.

Jenis lampu ini akan menggantikan semua lampu jalan di Jakarta. Tidak hanya jalan-jalan utama, jalan penghubung atau lingkungan, tetapi jalan di gang dan lorong permukiman warga juga akan diterangi oleh LED smart system ini. Penggunaan lampu disesuaikan dengan kondisi jalan, misalnya untuk jalan utama menggunakan LED dengan daya listrik 200 watt, 120 watt untuk jalan penghubung, jalan lingkungan 90 watt dan 40 watt untuk di gang. Tempat yang belum akan difasilitasi dengan LED smart system adalah lokasi pembangunan proyek seperti MRT. Pemasangan lampu akan dilakukan jika proyek selesai.

Kamis, 06 Juli 2017

BAB 9 PENGELOLAAN PERMINTAAN

PENDAHULUAN DAN RUANG LINGKUP

Manajemen permintaan yang efektif menghindari pembelanjaan yang tidak perlu terhadap kapasitas dan pengurangan tingkat layanan yang disebabkan oleh fluktuasi beban kerja atau permintaan.

Sebagai penyedia layanan, TI bertanggung jawab untuk menyediakan cukup kapasitas layanan untuk memenuhi tingkat layanan yang disepakati.

Proses manajemen permintaan diperlukan karena dua alasan utama:

• Tingkat kedatangan pekerjaan, seperti transaksi yang dikirim ke server, pekerjaan cetak dikirim ke printer atau panggilan ke meja layanan, tidak stabil. Dengan kata lain, ada puncak dan palung selama jam dan hari, serta kenaikan musiman atau penurunan permintaan. Ada jarang fleksibilitas yang cukup dalam sumber daya TI untuk menyediakan kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan pada setiap titik waktu.

• Fluktuasi permintaan dan tantangan untuk menyediakan kapasitas yang tepat adalah sumber risiko yang harus diminimalkan oleh penyedia layanan. Keputusan tentang seberapa besar risiko dapat diterima diambil oleh bisnis, yang mungkin menerima tingkat kapasitas cadangan (dan karena itu biaya tambahan) untuk mengurangi risikonya.

Dalam istilah ITIL, 'permintaan' mengacu pada sumber pekerjaan, seperti penyampaian oleh bisnis / pelanggan dari pekerjaan batch atau pencarian web.

MAKSUD DAN TUJUAN

Tujuan manajemen permintaan adalah mengoptimalkan penggunaan kapasitas dengan memindahkan beban kerja ke waktu dan sumber daya yang kurang dimanfaatkan.

Oleh karena itu, manajemen permintaan perlu memahami dan mempengaruhi permintaan pelanggan akan layanan untuk mendukung penyediaan dan pengelolaan kapasitas minimum untuk memenuhi permintaan ini.

Tujuannya meliputi:

• mengkarakterisasi dan mengkodekan aktivitas bisnis menjadi pola yang spesifik dan mudah dikenali yang memiliki profil konsumsi layanan umum;

• mencirikan penggunaan layanan oleh pengguna ke profil pengguna;

• mendorong penggunaan layanan pada waktu yang kurang sibuk, misalnya dengan menawarkan potongan harga pada saat-saat seperti ini.

MEMAHAMI PERMINTAAN PERMINTAAN

Karena pekerjaan yang menciptakan permintaan berasal dari bisnis, ITIL merekomendasikan agar memahami bagaimana permintaan berfluktuasi sehingga kami mengidentifikasi pola aktivitas bisnis. Jelas ada hubungan antara aktivitas bisnis dan konsumsi sumber daya TI. Tantangan kami adalah memahami hubungan itu dengan cukup baik sehingga ketika bisnis membagikan rencana dan prakiraannya kepada kami, kami dapat memprediksi dampaknya terhadap sumber daya kami.

MENGHADAPI MENGURANGI PERMINTAAN PEAK

Asalkan bisnis setuju, TI dapat melihat untuk mempengaruhi permintaan untuk mengurangi beban kerja puncak dan melindungi tingkat layanan tanpa mengeluarkan uang untuk kapasitas yang seharusnya tidak digunakan sepanjang waktu.

Salah satu cara untuk membatasi permintaan adalah menaikkan harga unit kerja pada waktu-waktu puncak dan / atau mengurangi harga pada saat-saat off-peak. Cara lain adalah dengan membatasi beban kerja, misalnya dalam aplikasi online dengan membatasi jumlah pengguna bersamaan, atau di meja layanan dengan mengurangi jumlah baris yang tersedia untuk penelepon.

POLA KEGIATAN USAHA

Pola aktivitas bisnis (PBAs) seringkali dapat dikaitkan dengan sejumlah kecil profil pengguna yang didefinisikan.






PROFIL PENGGUNA
Profil pengguna harus didasarkan pada peran dan tanggung jawab dalam sebuah organisasi. Dengan cara ini, setiap profil pengguna dapat ditugaskan ke satu atau lebih PBA, seperti ditunjukkan pada Tabel 9.2.
Anda akan melihat bahwa aplikasi dan proses juga dapat diprofilkan dengan cara yang sama seperti pengguna. Pendekatan ini memungkinkan pola dan profil dicocokkan untuk memahami dan mengelola permintaan pelanggan dengan lebih mudah dan akurat.

MANFAAT MANAJEMEN PERMINTAAN
Begitu proses manajemen permintaan memahami fluktuasi permintaan dan kontrol yang diterapkan untuk membatasi permintaan puncak, manajemen kapasitas menjadi lebih efektif dalam merencanakan kapasitas, mengurangi pembelanjaan yang tidak perlu dan memperoleh sumber daya lebih hemat biaya.



HUBUNGAN DENGAN PROSES MANAJEMEN LAYANAN LAINNYA

Manajemen kapasitas

Manajemen permintaan merupakan penyumbang utama manajemen kapasitas karena membantu memahami sifat permintaan sumber daya dan dapat mengurangi kebutuhan kapasitas dengan meratakan puncak permintaan.

Manajemen portofolio layanan, manajemen katalog servis

Pola pengkodean permintaan bisnis dan profil pengguna dapat berkontribusi pada pengelolaan portofolio layanan dan katalog layanan dengan membantu menyelaraskan layanan dengan kebutuhan dan persyaratan bisnis tertentu.

METRICS
Tidak ada metrik standar yang terkait dengan proses ini, namun kami menawarkan beberapa saran berikut:
• Puncak: rasio beban rata-rata (harus dikurangi dari waktu ke waktu dengan manajemen permintaan yang efektif).
• Persentase pengguna yang telah diprofilkan.
• Untuk jangka waktu tertentu (misalnya satu tahun) jumlah pembelanjaan dihindari melalui pengelolaan permintaan.
• Persentase layanan dalam katalog layanan yang telah divalidasi terhadap profil pengguna dan PBA.
PERAN

Hanya operasi TI yang besar yang cenderung memiliki manajer permintaan. Kemungkinan besar aktivitas pengelolaan permintaan akan dilakukan oleh manajer kapasitas.

Senin, 17 April 2017

LAYANAN TRANSISI

PENGANTAR

Layanan transisi berkaitan dengan menjembatani kesenjangan yang lancar, memastikan bahwa persyaratan operasional sepenuhnya dipertimbangkan dan dipenuhi sebelum apa-apa dipindahkan ke lingkungan hidup, termasuk dokumentasi dan pelatihan bagi pengguna dan staf pendukung. Layanan transisi juga bertanggung jawab untuk dekomisioning dan penghapusan layanan yang tidak lagi diperlukan.
Transisi yang mulus dicapai dengan mengambil paket desain layanan baru atau diubah dari tahap desain layanan, pengujian untuk memastikan bahwa itu benar memenuhi kebutuhan bisnis, dan menggunakan itu dalam lingkungan produksi.


MAKSUD DAN TUJUAN

Tujuan dari transisi layanan adalah untuk:
·         Menetapkan harapan pelanggan tentang bagaimana layanan baru atau diubah akan memungkinkan perubahan bisnis;
·         Memungkinkan pelanggan untuk mengintegrasikan rilis mulus ke dalam proses dan layanan bisnis mereka;
·         Mengurangi variasi dalam kinerja diprediksi dan aktual dari layanan setelah mereka diperkenalkan;
·         Mengurangi kesalahan dikenal dan meminimalkan risiko dari perubahan;
·         Memastikan bahwa layanan dapat digunakan dalam cara di mana diperlukan.



Tujuannya adalah untuk:
·         Merencanakan dan mengelola sumber daya untuk memperkenalkan dan mengaktifkan layanan baru atau layanan yang telah dirubah dengan lingkungan secara langsung dalam memprediksi biaya, kualitas dan waktu perkiraan;
·         Meminimalkan dampak yang tidak dapat diprediksikan pada Layanan produksi, operasi dan dukungan organisasi;
·         Peningkatan pelanggan, pengguna dan manajemen pelayanan staf kepuasan dengan penyebaran layanan baru atau yang       telah dirubah, termasuk komunikasi, rilis dokumentasi, pelatihan dan transfer pengetahuan;
·         Peningkatan penggunaan yang benar dari layanan dan aplikasi yang mendasari dan solusi teknologi.



TUJUAN PROSES DAN NILAI
Bagian 3 berisi rincian dari lima proses dalam fase ini. Dua proses yang tersisa dan aktivitas ‘mengelola perubahan organisasi dan pemangku kepentingan’ dijelaskan secara singkat di bawah.


Layanan validasi dan pengujian

Tujuan validasi layanan dan pengujian adalah untuk memastikan bahwa layanan baru atau diubah dan proses rilis yang terkait akan memenuhi kebutuhan bisnis pada biaya yang disepakati.
Layanan validasi dan kegiatan pengujian dapat diterapkan di seluruh siklus hidup layanan untuk memberikan jaminan kualitas dari setiap aspek layanan. Layanan end-to-end lengkap perlu dipertimbangkan dan kedua komponen layanan internal dan eksternal dikembangkan disertakan.


Evaluasi perubahan
               
Evaluasi adalah proses generik yang mempertimbangkan apakah kinerja sesuatu yang diterima, nilai uang, sesuai dengan tujuan dan apakah pelaksanaan dapat diolah berdasarkan didefinisikan dan disepakati kriteria. Tujuan dari evaluasi perubahan adalah:
·         Untuk mengevaluasi efek dimaksudkan perubahan dan sebanyak efek yang tidak diinginkan seperti kapasitas yang diberikan cukup praktis, sumber daya dan kendala organisasi;
·         Untuk memberikan output berkualitas baik dari proses evaluasi sehingga manajemen perubahan dapat mempercepat keputusan yang efektif tentang apakah perubahan harus disetujui atau tidak.
·         Untuk menetapkan harapan pemangku kepentingan dengan benar.
Ruang lingkup meliputi evaluasi layanan baru atau diubah ditentukan oleh desain layanan, selama penyebaran dan sebelum transisi akhir untuk lingkungan produksi.


Mengelola perubahan organisasi dan pemangku kepentingan

Sementara peran dasar layanan transisi ini adalah untuk mengimplementasikan layanan baru atau diubah, perubahan penting apapun dapat melibatkan perubahan organisasi, mulai dari bergerak beberapa staf untuk bekerja dari tempat baru hingga perubahan besar dalam sifat bisnis bekerja (retail misalnya dari tatap muka dengan perdagangan berbasis web).


Tantangan 
Membangun transisi layanan yang efektif dapat menantang. Berikut adalah beberapa masalah yang bisa timbul dan perlu dikelola:

·         Memastikan bahwa semua aktivitas perubahan didorong melalui transisi layanan.
·         Menyeimbangkan kebutuhan yang berkembang dari bisnis terhadap kebutuhan untuk melindungi layanan hidup (yaitu menjadi responsif sambil mempertahankan perlindungan yang sesuai).
·         Mengintegrasikan dengan pengembangan dan proyek siklus hidup yang secara tradisional independen.
·         Memiliki wewenang dan pemberdayaan yang tepat untuk menjalankan proses seperti yang didefinisikan.
·         Mengelola persepsi masyarakat sehingga proses tidak dilihat sebagai penghalang untuk mengubah atau sebagai lebih birokrasi.


PERAN
Manajer layanan transisi bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengkoordinasikan sumber daya untuk menyebarkan rilis utama dalam biaya, waktu dan kualitas estimasi diprediksi.


Minggu, 05 Maret 2017

MANAJEMEN LAYANAN

Layanan
            Sebuah sarana penyampaian nilai kepada pelanggan dengan memfasilitasi hasil bahwa pelanggan ingin mencapai tanpa kepemilikan biaya dan risiko spesifik.
Hasil yang
diinginkan pelanggan untuk mencapai ini adalah alasan mengapa mereka membeli atau menggunakan layanan. Biasanya ini akan dinyatakan sebagai tujuan bisnis tertentu (misalnya untuk memungkinkan pelanggan dari bank untuk melakukan semua transaksi dan kegiatan pengelolaan rekening online atau untuk memberikan pelayanan negara kepada warga dengan cara yang hemat biaya). Nilai layanan kepada pelanggan secara langsung tergantung pada seberapa baik layanan memfasilitasi hasil ini.
Manajemen pelayanan yang memungkinkan penyedia layanan untuk :
  • Memahami layanan yang mereka sediakan baik dari perspektif konsumen dan penyedia
  •  Memastikan bahwa layanan benar-benar memfasilitasi hasil yang ingin pelanggan mereka untuk mencapai
  • Memahami nilai layanan tersebut kepada pelanggan mereka dan karenanya mereka kepentingan relatif
  • Memahami dan mengelola semua biaya dan risiko yang berkaitan dengan pemberian layanan tersebut
Manajemen Pelayanan
            Seperangkat kemampuan organisasi khusus untuk memberikan nilai kepada pelanggan dalam bentuk layanan meliputi proses, kegiatan, fungsi dan peran yang menggunakan penyedia layanan dalam memberikan layanan kepada pelanggan mereka, serta kemampuan untuk membangun struktur organisasi yang cocok, mengelola pengetahuan, dan memahami bagaimana memfasilitasi hasil yang menciptakan nilai.

'Penerapan Terbaik' Versus 'Penerapan Baik'


            Perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan yang dinamis perlu meningkatkan kinerja mereka dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Mengadopsi penerapa di industri-besar dapat membantu untuk meningkatkan kemampuan.



Kerangka ITIL

ITIL bukan merupakan standar dalam arti formal yang mana kerangka yang merupakan sumber praktik yang baik dalam manajemen pelayanan. Standar untuk manajemen layanan TI (ITSM) adalah ISO / IEC 20000, yang selaras dengan, tetapi tidak tergantung pada, ITIL.

Perpustakaan ITIL memiliki komponen-komponen berikut:
  • ·         Inti ITIL : Menggambarkan publikasi praktek terbaik generik yang berlaku untuk semua jenis organisasi yang memberikan layanan kepada bisnis.
  • ·         Bimbingan Pelengkap ITIL : Satu set publikasi dengan bimbingan khusus untuk sektor industri, jenis organisasi, model operasi dan arsitektur teknologi.



Tujuan dari kerangka ITIL manajemen pelayanan adalah untuk memberikan bimbingan berlaku untuk semua jenis organisasi yang menyediakan layanan TI untuk bisnis, terlepas dari ukuran mereka, kompleksitas, atau apakah mereka penyedia layanan komersial atau divisi internal bisnis.

Inti The ITIL (Layanan siklus hidup)

            Sebuah pendekatan untuk manajemen layanan TI yang menekankan pentingnya koordinasi dan kontrol di berbagai fungsi, proses dan sistem yang diperlukan untuk mengelola siklus penuh layanan TI. Itu Layanan pendekatan manajemen siklus hidup mempertimbangkan strategi, desain, transisi, operasi dan perbaikan terus-menerus dari layanan TI.



Model Manajemen Layanan ITIL

            Apakah layanan yang disediakan oleh unit internal organisasi atau dikontrak untuk lembaga eksternal, semua layanan harus didorong semata-mata oleh kebutuhan bisnis dan dinilai dengan nilai yang mereka berikan kepada organisasi. Oleh karena itu pengambilan keputusan terletak pada bisnis. Dalam konteks ini, layanan juga harus mencerminkan strategi didefinisikan dan kebijakan dari organisasi penyedia layanan, yang sangat signifikan bagi penyedia eksternal.
Definisi desain akan diteruskan ke tahap layanan transisi, di mana layanan ini dibangun, dievaluasi, diuji dan divalidasi, dan dialihkan ke dalam lingkungan hidup, di mana memasuki tahap operasi layanan hidup. Tahap transisi juga bertanggung jawab untuk mendukung layanan pada awal kehidupan dan pentahapan keluar dari setiap layanan yang tidak lagi diperlukan.
  Operasi pelayanan berfokus pada penyediaan layanan operasional yang efektif dan efisien untuk memberikan hasil bisnis yang diperlukan dan nilai kepada pelanggan. Di sinilah nilai apapun sebenarnya disampaikan dan diukur.


Konsep Utama

Nilai

Dari definisi sebelumnya layanan, jelas bahwa fokus utama adalah padamemberikan nilai kepada konsumen layanan. Nilai diciptakan melalui penyediaan layanan yang tepat di bawah kondisi yang tepat.

Nilai diciptakan melalui dua komponen:


  • Utilitas: Nilai dalam bentuk apa mendapat pelanggan dari layanan. Ini baik akan dari menyediakan  lini bisnis baru atau dari relaksasi.
  • Jaminan : Sebuah janji atau jaminan bahwa produk atau layanan akan memenuhi kebutuhan disepakati.

Contoh:

Ketika ATM diperkenalkan, mereka dihapus kendala waktu pelanggan bisa menarik uang tunai dari rekening mereka hanya ketika cabang bank terbuka. Sejak diperkenalkan, fungsionalitas lebih lanjut telah ditambahkan (saldo rekening, mini laporan, tagihan pembayaran dll). Ini semua adalah aspekutilitas, tetapi mereka tentu saja tidak berguna kecuali ATM yang berlokasi di lokasi yang nyaman, disimpan puncak dengan uang tunai dan kertas printer, memiliki kontrol akses yang aman dan dapat diandalkan. Internet banking yang ditawarkan utilitas baru melalui fungsi tambahan (misalnya transfer dan pembuatan account online) serta memungkinkan pelanggan untuk melakukan semua kapan ini, di mana saja. aspek keamanan, kapasitas dan ketersediaan yang berbeda diperlukan untuk memastikan fungsi disediakan.

Aset Layanan

Penyedia layanan menciptakan nilai melalui menggunakan aset mereka dalam bentuk sumber daya dan kemampuan.
Perbedaan utama antara aset sumber daya dan aset kemampuan adalah sumber daya dapat dibeli di pasar sementara kemampuan khas hanya dapat dikembangkan dari waktu ke waktu. Kemampuan yang berbeda dari penyedia layanan, seringkali cukup berwujud, membedakannya dari pesaingnya, dan memungkinkan untuk menarik dan mempertahankan pelanggan dengan menawarkan proposisi nilai yang unik.

Model Layanan

Ini menggambarkan baik struktur dan dinamika layanan:
  • Struktur: Aset layanan tertentu yang diperlukan untuk memberikan layanan dan pola di mana mereka dikonfigurasi.
  • Dinamika: Kegiatan, aliran sumber daya, koordinasi, dan interaksi antara aset pelanggan dan penyedia layanan (interaksi misalnya antara pengguna jasa dan agen layanan). Dinamika layanan termasuk pola.