Selasa, 10 Mei 2016

Manusia dan Harapan


Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnyaharapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.

Kita semua pasti memiliki sahabat. Yang senang bersama, susah bersama, saling menghargai 1 sama lain, dll. Kenapa saya membahas sahabat dalam tema harapan ini? karena harapan saya adalah dewasa nanti saya dan sahabat-sahabat saya bisa sukses masing-masing namun masih ingat dengan sahabat masa kecilnya. Sukses materi mapun jasmani, maksudnya jasmani adalah sehat terus sampai tua nanti.

Senin, 09 Mei 2016

Manusia dan Pandangan Hidup

Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.

Bagi saya pandangan hidup erat kaitannya dengan cita-cita. Pandangan hidup adalah hal yang dimiliki diri kita untuk menggapai cita-cita. Saya pribadi memiliki pandangan hidup, bagi saya rendah hati adalah kunci dari kesuksesan. Contohnya dalam sebuah forum, kerendahan hati saat memberikan pendapat dan menerima pendapat adalah keharusan, jika tidak maka mufakat tidak dapat tercapai.

Selasa, 03 Mei 2016

Manusia dan Keadilan


Foto diatas adalah polisis lalu lintas yang melakukan penilangan. Menurut saya penilangan seperti diatas adalah bentuk keadilan dari polantas, dimana mereka melakukan tilang dengan pasal-pasal yang berlaku dan tidak asal dalam memberitahu pelanggaran lalu lintas pengendara. Karena banyaknya pelanggaran yang dilakukan pengendara khususnya pengendara motor, makanya polantas melakukan penertiban ini. Namun, jaman sekarang banyak sekali masyarakat yang kesal dengan penilangan ini karena terkadang adanya operasi penilangan yang dilakukan tidak sesuai prosedur yang berlaku, contohnya : Polisi "nakal" yang tanpa surat izin operasi namun melakukan tindak penilangan, aksi suap menyuap yang memang "dipancing" oknum polisi itu sendiri, dll. Namun menurut saya hal tersebut tidak akan merugikan kita selagi kita memang tertib dalam berkendara.

Manusia dan Penderitaan


Foto diatas diambil didepan kampus G Gunadarma

Foto diatas terlihat seorang kakek kakek dengan pakaian yang terlihat lusuh. Beliau menunggu belas kesihan berupa uang orang yang lewat dijalan. Keadaan renta membuat beliau tidak bisa memilih jalan lain selain meminta-minta dijalan. Melihat keadaan ini, saya sebagai penulis dan yang memfoto beliau sangat merasa prihatin dan iba, karena seharusnya diusianya tuanya beliau selayaknya tinggal duduk manis dirumah dan menunggu anak-anak atau cucu-cucunya memberi dia kebutuhan dan fasilitas untuk hari tuanya. Penderitaan yang beliau alami amat pedih, bayangkan saja sudah tua harus menahan lapar, haus, panas matahari, dan debu jalanan. Mungkin jalan terbaik adalah pemerintah lebih meperhatikan pengemis-pengemis renta dan menempatkannya di panti-panti (contoh : panti jompo) agar bisa lebih diurus kehidupannya dan tidak kesulitan dalam mencari sesuap nasi.

Kamis, 10 Maret 2016

Manusia dan Keindahan


Surga dunia pantai Torowamba yang terletak di Nusa Tenggarat Barat, tepatnya di Sape, Bima NTB kampung halamanku tercinta. Lihat pasir putih yang amat bersih, air laut biru yang begitu jernih membuat saya kagum atas keindahan Negriku Indonesia. Apa masih terbesit berpergian keluar negri jika di negara sendiri kita bisa melihat surga dunia yang amat sangat memukau?

Manusia dan Cinta Kasih

Ayah dan Ibu

Bicara orang yang saya cintai pasti langsung terpikir orang tua saya terutama ibu. Bagaimana tidak, beliau adalah orang yang telah berjuang melahirkan dan membesarkan saya dari saya hanya bisa merengek sampai saya dewasa dan mandiri. Kasih ibu tiada batasnya selama beliau masih mampu beliau akan menuntun anaknya untuk mencapai kesuksesan. Pengorbana seorang ibu kepada anaknya amat lah besar, contoh ketika saya sedang sakit dengan rasa cemas ibu mengurus saya hingga sembuh sampai terkadang beliau sendiri lupa untuk istirahat. Ibu saya adalah manusia hebat.

Namun apakah ayah tidak memiliki peranan? Jangan salah, ibarat keluarga adalah pesawat ayah adalah pilotnya dan ibu adalah co-pilotnya. Dua duanya harus saling bahu membahu mengajarkan anak anaknya hal hal positif agar keluarga selalu harmonis. Ayah saya juga berperan dalam membesarkan anak dengan memberikan pelajaran hidup yang positif dengan caranya sendiri. Ayah saya bekerja pergi pagi pulang malam untuk menafkahi keluarga tercinta dengan harapan anak anaknya bisa berkecukupan, agar memudahkan meraih kesuksesan dijalan masing-masing.


Dengan diberikannya fasilitas yang cukup dari orang tua, saya harus bersungguh- sungguh dalam belajar di masa kuliah ini, agar lulus nanti saya mendapat pekerjaan yang berkecukupan atau malah lebih dari cukup. Cita-cita saya adalah membahagiakan orang tua dengan mencapai kesuksesan dalam dunia kerja dan dengan hasilnya saya ingin menaikkan haji ibu ayah saya dengan uang hasil jerih payah saya Amin.

Senin, 18 Januari 2016

PRASANGKA DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME

1. PERBEDAAN PRASANGKA DAN DISKRIMINASI

Sikap yang negatif terhadap sesuatu, disebut prasangka. Walaupun dapat kita garis bawahi bahwa prasangka dapat juga dalam pengertian positif. Tulisan ini lebih banyak membicarakan prasangka dalam pengertian negatif. Tidak sedikit orang-orang yang mudang berprasangka, namun banyak juga orang-orang yang lebih sukar untuk berprasangka. Mengapa terjadi perbedaan cukup mencolok? Tampaknya kepribadian dan intelekgensia, juga faktor lingkungan cukup berkaitan dengan munculnya prasangka.

A.  Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi
(a)  Berlatar belakang sejarah
Orang-orang kulit putih di Amerika berprasangka negatif terhadap orang-orang negro, berlatar belakang pada sejarang masa lampau, bahwa orang-orang kulit putih sebagai tuan dan orang-orang negro berstatus sebagai budak. Walaupun reputasi dan prestasi orang-orang negro dewasa ini cukup dapat dibanggakan, terutama dalam bidang olahraga, akan tetapi prasangka terhadap orang-orang Negro sebagai biang keladi kerusuhan dan keonaran belum sirna sampai dengan generasi-generasi sekarang ini.
(b) Dilatarbelakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
Suatu prasangka muncul dan berkembang dari suatu individu terhadap individu lain, atau terhadap kelompok sosial tertentu manakala terjadi penurunan status atau terjadi PHK oleh pimpinan perusahaan terhadap karyawannya.
(c)  Bersumber dari faktor kepribadian
Keadaan frustasi dari beberapa orang atau kelompok sosial tertentu merupakan kondisi yang cukup untuk menimbulkan tingkah laku agresif. Para ahli beranggapan bahwa prasangka lebih dominnan disebabkan tipe-tipe kepribadian orang-orang tertentu.
(d) Berlatar belakang dari perbedaan keyakinan, kepercayaan, dan agama.
Bisa ditambah lagi dengan perbedaan pandangan politik, ekonomi, dan ideologi. Prasangka yang berakar dari hal-hal tersebut diatas dapat dikatakan sebagai suatu prasangka yang bersifat universal.
B.      Daya upaya untuk mengurangi/menghilangkan     prasangka dan diskriminasi

a. Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
Pemerataan pembangunan dan usaha peningkatan pendapatan bagi warga negara Indonesia masih tergolong dibawah garis kemiskinan akan mengurangi adanya kesenjangan-kesenjagan sosial antara si kaya dan si miskin. Oleh karena itu upaya pendekatan, rasa kebersamaan dan kerja sama yang saling menguntungkan antara kelompok ekonomi kuat dengan kelompok masyarakat ekonomi lemah adalah usaha yang sungguh-sungguh bijaksana.
b. Perluasan kesempatan belajar
Adanya usaha-usaha pemerintah dalam perluasan kesempatan belajar bagi seluruh warga negara Indonesia, paling tidak dapat mengurangi prasangka bahwa progam pendidikan, terutama pendidikan tinggi hanya dapat dinikmati oleh kalangan masyarakat menengah dan kalangan atas. Mengapa? Untuk mencapai jenjang pendidikan tertentu di perguruan tinggi memang mahal, disamping itu harus memiliki kemampuan otak dan modal.
c. Sikap terbuka dan sikap lapang
Harus selalu kita sadari bahwa berbagai tantangan yang datang dari luar ataupun yang datang dari dalam negeri, semuanya akan dapat merongrong keutuhan negara dan bangsa. Kebinekaan masyarakat berikut sejumlah nilai yang melekat, merupakan basis empuk bagi timbulnya prasangka, diskriminasi, dan keresahan. Upaya menjalin komunikasi dua arah, karena masing-masing bernat membuka diri untuk berdialog antar golongan, antar kelompok sosial yang diduga berprasangka dengan tujuan membina kesatuan dan persatuan bangsa, adalah suatu cara yang sungguh bijaksana.

2. ETNOSENTRISME
Setiap suku bangsa atau ras tertentu akan memiliki ciri khas kebudayaan, yang sekaligus menjadi kebanggan mereka. Suku bangsa, ras tersebut dalam kehidupan sehari-hari bertingkah laku sejalan dengan norma-norma, nilai-nilai yang terkandung dan tersirat dalam kebudayaan tersebut. Etnosentrisme nampaknya merupakan gejala sosial yang universal, dan sikap yang demikian biasanya dilakukan secara tidak sadar. Dengan demikian etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterprestasikan atau menilai kelompok lain dengan tolak ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung, tidak luwes. Akibatnya etnosentrisme penampilan yang etnosentrik, dapat menjadi penyebab utama kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Etnosentrisme  dapat dianggap sebagai sikap dasar ideologi Chauvinisme pernah dianut oleh orang-orang Jerman pada zaman Nazi Hitler. Mereka merasa dirinya superior, lebih unggul dari bangsa-bangsa lain dan memandang bangsa-bangsa lain sebagai inferior, lebih rendah, nista, dsb.